Senin, 12 November 2007

Daus Acil

Ahmad Firdaus alias Acil (20)

Meski Bertubuh Kecil, Namun Allah SWT Memberikan Rezeki yang Besar

Allah Maha Adil, meski Daus lahir tidak sesempurna seperti orang lain pada umumnya, namun Allah SWT memberikan talenta yang tidak dimiliki orang normal, sehingga Daus pun bisa bekerja di dunia entertainment yang justru dimimpikan banyak orang. Bagaimana ceritanya Daus bisa menjadi pemain sinetron?

Rumah yang terletak di Kampung Lio, RT 03 RW 19, Depok Baru, Jawa Barat malam itu terlihat sangat menyolok dibandingkan dengan rumah-rumah sekitarnya. Pasalnya, rumah itu merupakan satu-satunya rumah bertingkat. Dari dalam rumah, tampak ada seorang yang bertelanjang dada sambil mengibas-ngibaskan bajunya. Orang itu tak lain adalah Ahmad Firdaus, pemeran tokoh Acil dalam sinetron Tuyul Milenium.

Lelaki yang akrab disapa Daus Acil ini, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Wildan (50) dan Yuriani (44). Di antara saudara-saudaranya, Daus merupakan anak yang paling kecil. Padahal sewaktu mengandung, Yuriani mengaku tidak mengalami firasat aneh. “Waktu mengandung Daus, saya tidak mengalami keganjilan apa-apa. Sama seperti anak pertama kami,” terang Yuriani. Begitupula waktu Daus lahir, berat badannya cukup normal yaitu tiga kilogram. Tapi anehnya, ketika pada masa pertumbuhan, badannya bertumbuh tidak normal.

Menurut Yuriani, dalam silsilah keluarganya, tidak ada yang mempunyai kondisi fisik seperti Daus, sehingga ia merasa heran dengan kondisi anaknya itu. Kakak Daus yaitu Wirda Aryani (24), meskipun berpostur tubuh kecil, tapi tidak seperti Daus adiknya. Daus sendiri memiliki tinggi badan 105 cm dan berat badan 20 kilogram. Meskipun memiliki postur tubuh mungil, kedua orang tua Daus tidak membeda-bedakan mereka dalam mendidik anak-anaknya. “Semua anak, saya perlakukan sama. Tidak ada perlakuan khusus meskipun Daus bertubuh kecil,” ungkap Yuriani.

Sering Dihina. Sudah menjadi sesuatu yang umum, ketika ada orang yang memiliki tubuh tidak normal, biasanya sering menjadi bahan hinaan. Begitu pula dengan Daus. Sebelum menjadi orang terkenal, ia kerap dihina maupun diremehkan banyak orang. “Waktu itu, kalau ada orang yang ngejek, seandainya ada batu di depan mata, sudah saya timpuk orangnya,” kenang pria kelahiran Jakarta, tahun 1987 ini.

Namun kini, setelah ia menjadi orang terkenal, masyarakat menghargai dan menghormatinya. “Dulu mana ada orang yang berani menyapa saya. Yang ada, hanya mau mengejek saya,” ujarnya. Sebenarnya Daus tidak pernah bermimpi jadi artis seperti sekarang. Pasalnya, cita-citanya hanyalah ingin jadi mubaligh seperti Aa Gym atau Ustadz Jefri. Untuk merealisasikan cita-citanya itu, ia pun memilih mondok di Pesantren Al-Ahyar, pimpinan Kyai Wahab di Beiji, masih di kawasan Depok.

Ketika menjadi santri, ia sering diundang untuk mengisi pengajian baik itu di Depok maupun di Jakarta. Seperti dalam acara Maulid Nabi, HUT RI, maupun acara-acara keagamaan lain. Maka tak heran, ia sempat mendapat julukan sebagai Ustadz Cilik. Sebenarnya hal ini tidak aneh. Karena Uwa-nya juga seorang mubaligh yang sering mengisi ceramah. Namun, sejak menjadi artis terkenal, Acil jarang mengisi ceramah. Bahkan kalau ada orang yang memintanya untuk berceramah, selalu ditolaknya dengan alasan memberi ceramah mempunyai konsekuensi cukup berat. Karena setelah menjadi artis pelawak, kadang kata-katanya tidak pantas untuk ditiru penonton.

Meski memiliki postur tubuh tidak seperti orang kebanyakan, Daus tidak merasa minder lalu menutup diri dari pergaulan. Baginya, sudah lahir ke dunia saja merupakan hal yang harus disyukuri. “Ada untungnya juga sih bertubuh kecil seperti aku. Karena semuanya serba irit. Makan irit, beli baju pun irit,” ujar pria yang biasa dipanggil Bang Daus di lingkungan tempat tinggalnya tersebut.

Main Sinetron. Lepas dari cita-citanya menjadi mubaligh, kini Daus justru menjadi seorang pemain sinetron. Keterlibatannya di dunia sinetron pun sebetulnya tanpa sengaja. Suatu ketika di tahun 2002, salah seorang tetangganya yang bekerja sebagai penata kostum di Multivision Plus, menawarinya untuk ikut kasting sinetron Tuyul dan Mbak Yul. Pasalnya, pemeran utama, Oni Syahrial yang selama ini memerankan tokoh Ucil, tidak mau lagi memerankan figur Ucil, karena sudah merasa dewasa dan cukup lama memainkan peran itu. Alasan lainnya, karena rambutnya tidak mau lagi digunduli.

Ketika ikut kasting, Daus tidak berharap akan terpilih, karena tidak pernah belajar akting. Selain itu, banyak sekali orang yang mengikuti kasting. Tapi setelah pengumuan dan ia terpilih, Daus merasa sangat bersyukur. “Mungkin karena sudah rezeki saya, jadi saya yang terpilih,” ungkap pria yang suka main playstation ini.

Meski Acil mengikuti kasting untuk sinetron Tuyul dan Mbak Yul, tetapi sinetron pertamanya adalah Tuyul Milenium. Sejak ia bermain dalam sinetron itu, banyak sutradara yang mengakui aktingnya, sehingga banyak tawaran untuk main di sinetron lain. Sampai sekarang, sudah delapan sinetron yang telah ia bintangi. Baik itu sebagai pemeran utama, peran pembantu utama maupun figuran. Tapi menurutnya, sinetron yang paling berkesan adalah ketika bermain di Tuyul Milenium. Pasalnya, waktu itu ia baru pertama kali main sinetron.

Bangun Rumah. Sejak Daus main sinetron, membuat roda ekonomi keluarganya berubah. Padahal tadinya, ayahnya hanya seorang kuli bangunan, dan memiliki penghasilan yang hanya cukup buat makan sehari-hari. Itu pun belum tentu Ayahnya mendapatkan pekerjaan setiap hari, karena belum tentu setiap hari ada orang membangun rumah. “Kalau tidak ada order, ya menganggur,” ujar Wildan, ayah Acil sambil menghembuskan asap rokok kretek.

Kini kondisi ekonomi keluarga Daus sudah mulai membaik setelah Daus menjadi artis sinetron. Jerih payah Daus dari dunia sinetron cukup untuk membangun rumah orang tuanya di daerah Depok. Ia juga sudah memiliki sebuah mobil dan sepeda motor. “Alhamdulillah, sejak Daus main sinetron, banyak membantu ekonomi keluarga kami,” tutur Wildan bangga.

Meskipun Daus sudah bisa membahagiakan kedua orang tuanya, namun ada satu cita-cita yang sampai kini belum kesampaian. Yaitu memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, Rukun Islam kelima.

Tiga Kali Pacaran. Meskipun memiliki tubuh kecil, bukan berarti tidak ada cewek yang mau sama Daus. Menurutnya, selama ini petualangan cintanya cukup memiliki lika-liku. Ternyata, sudah tiga kali Daus berpacaran dengan gadis normal. Namun sayang, percintaannya tidak sampai ke pelaminan. “Pacar pertama saya orang Kerawang. Tapi cuma berjalan enam bulan. Pacar saya secara sepihak memutuskan hubungan kami tanpa alasan yang jelas,” ujar pria yang mengaku dirinya sebagai cover boy ini.

Sedangkan pacar keduanya adalah orang Bogor. Namun itu hanya bertahan dua bulan. Begitu pula pacar ketiganya yang berasal dari Cijantung, hanya bertahan satu bulan. Doel


Side bar I

Yuriani, Ibunda Daus

“Anak adalah rezeki yang harus disyukuri”

Setiap orang tua ingin anak-anaknya lahir normal. Begitu juga dengan Yuriani. Namun ketika Yang Maha Kuasa memberi keturunan yang tidak sempurna, tentu sebagai hamba-Nya, kita tidak bisa mengelak. “Saya pernah mengeluh dan mempertanyakan kepada Tuhan. Mengapa anak saya lahir dengan tubuh seperti ini? Tapi hal itu langsung saya sadari, anak adalah rezeki dan anugerah yang harus disyukuri dan bukan untuk disesali,” katanya menirukan pesan-pesan orang bijak.

Yuriani tidak menyangka kalau Daus bakal menjadi orang terkenal seperti sekarang ini. Karena awalnya ia berharap Daus menjadi seorang Ustadz. “Mungkin ini sudah takdirnya,” terang wanita asli Betawi ini. Kini, Yuriani sangat bangga memiliki anak seperti Daus, karena bisa membahagiakan kedua orang tuanya. “Meskipun anaknya kecil, tapi Allah Maha Adil. Rezekinya tidak seperti orangnya,” ungkapnya.

Yuriani juga sangat berharap anaknya cepat mendapatkan jodoh. “Saya ingin anak saya cepat menikah,” harap wanita yang mengenakan jilbab cokelat ini. Menurutnya, sejak kecil Daus tidak pernah menyusahkan kedua orang tuanya. Karena Daus adalah tipe lelaki yang mandiri dan bertanggung jawab. Doel

1 komentar:

hanafi mengatakan...

subhanallah,,
maha adil allah,,,,